Silahkan Mencari!!!

Kamis, 07 Oktober 2010

Madame X (Cinema 21)


Judul : Madame X
Jenis Film :Superhero Comedy Flick
Produser :Nia Dinata
Produksi :Kalyana Shira Films
Durasi :0

Cast & Crew
Pemain :
Amink
Marcell
Shanty
Titi Dj
Sarah Sechan
Fitri Tropica
Robby Tumewu
Ria Irawan
Joko Anwar
Vincent Rompies
Sutradara : Lucky Kuswandi
Penulis :
Agasyah Karim
Khalid Kashoogi & Lucky Kuswandi


Sinopsis
Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan KANJENG BADAI dan partai politiknya yang militan dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada ADAM, seorang penata rambut yang kemayu. Dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dengan gemulai sebelum musuhnya itu memenangkan pemilu. Akankah sepatu berhak tinggi-nya berubah menjadi pantofel, riasan glitter-nya menjadi debu, atau celana kulit-nya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorang Super hero MADAME X

Mullai tayang tanggal 7 Oktober 2010

Sumber :
http://www.21cineplex.com

Satu Jam Saja (Cinema 21)



Judul : Satu Jam Saja
Jenis Film :Drama
Produser :Santy Karno
Produksi :Karnos Film
Homepage :http://www.satujamsaja.com/
Durasi :106

Cast & Crew
Pemain :
Vino G. Bastian
Revalina S. Temat
Andhika Pratama
Rano Karno
Widyawati
Marini
Rima Melati
Imey Liem
Sutradara : Ario Rubbik
Penulis : Rano Karno


Sinopsis
Andika (Vino G. Bastian), Gadis (Revalina S. Temat) dan Hans (Andhika Pratama). Mereka adalah sahabat sejati dan masing-masing berjanji untuk saling menjaga namun tidak saling mencintai. Andika berkesempatan mendapat beasiswa untuk pergi kuliah ke Jerman

Kedua sahabatnya (Gadis dan Hans) pergi mencarinya untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, namun ternyata dalam perjalanan mereka mendapat musibah dan kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Hujan begitu lebat, Hans merencanakan sebuah perbuatan terkutuk dan Gadis harus menerima akibatnya Andika yang sejak lama mencintai Gadis mengambil alih tanggung jawab tersebut walaupun Andika harus kehilangan masa depannya dengan melepas beasiswa kuliah di Jerman.
Namun Hans datang kembali dan ingin merebut Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati , Andika lebih memikirkan kebahagiaan Gadis, yang ada dalam pikiranya adalah melindungi Sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans. Semakin lama Gadis menyadari betapa besar cinta Andika namun waktu tak dapat menunggu kebahagiaan mereka. Akankah kebahagian mereka terwujud? Satu Jam Saja

Mulai 7 Oktober 2010 di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Sumber :
http://www.21cineplex.com

Nakalnya Anak Muda (Cinema 21)



Title : Nakalnya Anak Muda
Jenis Film :Thriller
Produser :Karan Mahtani
Produksi :Mitra Pictures
Rating LSF :Remaja (teenage)
Durasi :75 Menit


Cast & Crew
Pemain :
Ratu Felisha
Uli Auliani
Fero Walandouw
Billy Ade Sumirat
Rozie Mahally
Rommy Ravalzy
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Penulis : Farah Mandala


Sinopsis
Berawal dari kehilangan Andien teman serumah dengan Renata. Semenjak acara pesta topeng, Andien menghilang. Sampai beberapa hari kemudian Andien pulang. Renata mulai berangsur tenang dan bahagia. Renata mengajak Andien untuk ikut sebuah pesta lagi. Di pesta itu Andien dan Renata berkenalan dengan Dicky, Andra, Pay dan Reno mengajak Andien dan Renata untuk berlibur kesebuah villa milik kakeknya Andra. Dan mereka pun setuju

Sebelum ke villa mereka harus melewati hutan-hutan dan air terjun. Villa yang cukup tua membuat Renata merasa aneh dan mengajak Andien untuk menginap di hotel. Tapi Andien memastikan Renata untuk sekali-sekali menginap ditempat seperti ini nggak ada salahnya. Justru di air terjun ini, satu per satu dari mereka tewas mengenaskan. Hanya Renata, Andra dan Dicky yang selamat dengan bantuan orang lain dan mereka di bawa kekantor polisi untuk meminta bantuan mencari teman-temannya yang hilang dihutan Sesampai dirumah Renata, Dicky yang awalnya ingin menemani Renata ternyata mulai diteror. Lalu Dicky menghilang. Renata yang mendapat kabar kalau Andien masih hidup langsung antusias mencari keberadaannya hingga kesebuah rumah kosong. Tapi yang ditemukan Renata sesosok Dicky yang sudah terikat dan ada luka yang berdarah diwajahnya seperti dipukul benda keras.

Siapakah pembunuh dibalik semua kematian tersebut?

Saksikan mulai 29 Juli 2010 di bioskop kesayangan Anda

Sumber :
http://www.21cineplex.com

Senin, 04 Oktober 2010

Laskar Pemimpi



Laskar Pemimpi
Harga Mati Mempertahankan Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan tercapai, Belanda enggan mengakui kedaulatan negara Indonesia dengan mencoba menduduki kembali Ibukota Jakarta. Akhirnya, pusat pemerintahan kita dialihkan ke Jogjakarta untuk meneruskan cita-cita memiliki pemerintahan sendiri. Di Jogjakarta, Belanda juga terus mengejar tentara-tentara Indonesia.

Salah satunya adakan pasukan gerilya Kapten Hadi Sugito (Gading Marten) yang bergerilya di kawasan Panjen. Karena kehabisan bala tentara mereka merekrut kembali pemuda Panjen. Sri Mulyani (Tika Panggabean) gadis desa Maguwo yang lugu dan suka tidur, Udjo (Udjo Project Pop) keturunan ningrat yang manja, Tumino (Gugum Project Pop) peternak bebek dan Ahok (Oddie Project Pop) seorang pedagang kecil keturunan Tionghoa, mereka bergabung dalam pasukan gerilya pimpinan Kapten Hadi Sugito setelah menjadi korban Agresi Milliter Belanda II bulan Desember 1948.

Kekocakan film ini terasa kental sejak awal berkat ulah Sri yang susah dibangunkan saat tidur. Selain itu, lirik-lirik lagu yang lucu menambah kesegaran saat menonton film ini. Dalam pasukan gerilya yang bermarkas di desa Panjen itu Sri, Udjo, Tumino dan Ahok bertemu dengan Toar (Yosi Project Pop) gerilyawan asal Manado yang matanya rabun dan Kopral Jono (Dwi Sasono), playboy kelas teri yang pangkatnya sudah sering diturunkan oleh Kapten Hadi. Mereka ternyata ditakdirkan untuk berjuang bersama-sama sejak Letnan Kuyt yang memimpin sebuah regu pasukan KNIL menyerbu Panjen dan menawan Wiwid (Shanty) pacar Udjo, dan Yayuk (Masayu Anastasia) pacar Kopral Jono.

Kejadian tersebut membuat keenam gerilyawan itu bertekad untuk membebaskan Wiwid, Yayuk, dan ayah Sri yang ditawan, walau tidak mendapat restu dari pimpinan mereka. Maka, hanya dengan berbekal semangat dan informasi dari seorang prajurit KNIL yang sedang menderita gegar otak bernama Once (Oon Project Pop) mereka pun berangkat menuju markas Letnan Kuyt.

Setelah tiba di tujuan, kenekadan keenam gerilyawan itu ternyata tidak mampu menandingi Letnan Kuyt dan pasukannya. Belum-belum mereka sudah terpojok dan malah ikut tertawan bersama Wiwid dan Yayuk cs. Untungnya, segera datang bantuan dari Panjen yang dipimpin tangan kanan Kapten Hadi bernama Letnan Bowo (Teuku Rifnu Wikana). Keenam gerilyawan dan para tawanan lain pun berhasil dibebaskan oleh Letnan Bowo dan pasukan Laskar Panjennya.

Kapten Hadi marah besar atas ulah Kopral Jono dan teman-temannya itu. Mereka dianggap tidak disiplin dan membahayakan rencana penyerbuan besar-besaran atas Jogja yang tengah disiapkan oleh pimpinan tinggi TNI. Akibatnya, Sri, Udjo, Tumino, Ahok, Toar dan Kopral Jono dipecat dari ketentaraan secara tidak hormat. Bahkan Once yang telah membelot menjadi prajurit republik pun ditahan oleh Kapten Hadi.

Meskipun sudah dipecat semangat berjuang mereka tetap berkobar. Kesempatan untuk membuktikan diri datang tak lama kemudian melalui peristiwa serangan besar ke Jogja tanggal 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Soeharto. Walau sudah bukan prajurit resmi lagi, Kopral Jono dan anak buahnya diam-diam bergerak membantu pasukan TNI untuk menghadang pasukan bantuan KNIL yang sedang menuju Jogja. Seperti sebelumnya, mereka berangkat tanpa perencanaan yang matang dan kemampuan yang memadai. Namun, kali ini para pejuang itu sadar bahwa demi keberhasilan misi tersebut mereka harus siap berjuang mati-matian, untuk menghambat laju pasukan bantuan KNIL yang memiliki kekuatan berlipat-berlipat besarnya itu.

Meskipun unsur komedi mendominasi film ini, namun Monty Tiwa mampu membangun pesan heroik dan semangat berkorban demi nusa bangsa. Slow motion dan pilihan lagu-lagu nasionalis mengubah suasana menjadi haru. Dilihat dari bentuk komedi film ini cukup berhasil. Sayang, dari segi setting, Monty kurang memperhatikan latar belakang adegan. Lingkungan yang dibangun tetap kekinian.


Sumber :
http://www.kapanlagi.com/